Hipotensi, Apakah Itu?

Hipotensi, Apakah Itu?

Hi friends of SlimGourmet! Happy Monday! Pasti Anda sering mendengar tentang hipertensi atau tekanan darah tinggi. Namun, bagaimanakah dengan hipotensi atau tekanan darah rendah. Apakah juga berbahaya bagi tubuh?

Tekanan darah rendah atau hipotensi, mengindikasikan ukuran tekanan aliran darah pada dinding arteri mencapai nilai 90/60 mmHg atau bahkan kurang. Jika kondisi hipotensi dibiarkan terlalu lama, maka aliran darah menuju organ-organ tubuh menjadi terbatas, lalu akibatnya tubuh akan merasa kekurangan oksigen, pusing, dan dapat kehilangan kesadaran. Gejala umum yang dirasakan ketika hipotensi adalah kepala pusing, lemas, hilangnya keseimbangan, pandangan kabur, dan pucat. Jika Anda merasakan hal tersebut, ada baiknya untuk segera mengecek tekanan darah. 


Hipotensi dapat terjadi pada kondisi tertentu, misalnya ketika dehidrasi, posisi berdiri terlalu lama, perubahan posisi secara tiba-tiba, dan efek samping dari obat. Dalam mengatasi tekanan darah rendah, sebaiknya Anda mencukupi kebutuhan cairan dan natrium Anda. Biasakan untuk konsumsi air minimal 8-10 gelas sehari, bisa ditambahkan dengan konsumsi berbagai sayuran dan buah-buahan yang tinggi kandungan air. Sedangkan natrium, berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Sumber natrium yang mudah didapatkan adalah garam, yang dianjurkan konsumsi maksimal 5 gram (1 sdt garam dalam sehari).

Dalam upaya mencegah terjadinya hipotensi, SlimGourmet menyusun menu dengan memperhatikan variasi sayuran dan juga kandungan natrium dalam garam sehingga kebutuhan natrium dan cairan harian Anda dapat terpenuhi dengan baik. Segera konsultasikan kondisi dan kebutuhan gizi Anda dengan ahli gizi kami.

Salam sehat, bahagia, dan sejahtera bersama SlimGourmet!

0 0
Feed