Hipoglikemia pada Diabetes Mellitus

Hipoglikemia pada Diabetes Mellitus

Happy Monday, friends of SlimGourmet! Pasti Anda sudah pernah dengar tentang penyakit diabetes mellitus, namun tahukah Anda bahwa seorang diabetisi yang telah diberi obat baik secara oral maupun injeksi insulin, juga berisiko hipoglikemia?

Hipoglikemia adalah suatu kondisi ketika kadar gula darah di bawah normal, yaitu ketika gula darah mencapai 70 mg/dL. Hipoglikemia terjadi ketika jumlah insulin terlalu banyak, sehingga glukosa dalam darah habis diubah menjadi glikogen atau gula otot. Seorang diabetisi berisiko hipoglikemia, karena beberapa faktor, misalnya aktivitas terlalu banyak, pola asupan makan tidak tepat, porsi karbohidrat terlalu sedikit, dosis obat terlalu tinggi, dan stress. Gejala yang dirasakan ketika hipoglikemia berbeda-beda setiap orang, namun pada umumnya merasakan lemas, berkeringat, gemetar, atau pusing. Ketika mulai merasakan gejala tersebut, sebaiknya Anda memeriksa kadar gula darah Anda sehingga dapat segera diatasi.


Jika terjadi hipoglikemia, segera konsumsi makanan dengan kandungan gula sederhana, misalnya teh dengan gula pasir atau madu, jus buah, atau permen. Sebaiknya pilih sumber makanan yang mudah dan cepat didapat agar dapat mengembalikan gula darah sesegera mungkin. Jika kondisi hipoglikemia dibiarkan terlalu lama, maka akan muncul beberapa kondisi kompleks lainnya. Alangkah baiknya jika Anda selalu sedia sumber gula sederhana ketika bepergian untuk menanggulangi hipoglikemia saat perjalanan.

SlimGourmet menyajikan menu berbahan makanan dengan indeks glikemik rendah hingga sedang. Selain itu, porsi karbohidrat disajikan sesuai kebutuhan secara personal untuk membantu menstabilkan gula darah para diabetisi. Dengan demikian, para klien diabetisi SlimGourmet tidak mengalami hipoglikemia.

Salam sehat, bahagia, dan sejahtera bersama SlimGourmet!

0 0
Feed